Kalium Sebagai Solusi Hipertensi
DOI:
https://doi.org/10.54259/pakmas.v4i2.3086Kata Kunci:
Hipertensi, Kalium, Edukasi, Pengetahuan, Pengabdian MasyarakatAbstrak
Hipertensi adalah salah satu penyakit degeneratif, dimana angka penyakitnya akan terus meningkat seiring bertambahnya usia seseorang. Hipertensi sendiri dapat menyebabkan beberapa penyakit komplikasi seperti Penyakit Jantung Koroner, stroke, gagal ginjal, diabetes mellitus, dan bahkan hipertensi dapat menjadi faktor penyebab orang mati mendadak karena terkadang seseorang yang menderita hipertensi tidak mengalami gejala pada tubuhnya. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat berjudul “Kalium Sebagai Solusi Hipertensi” ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi dan cara pencegahannya. Teknik pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah metode ceramah tentang hipertensi dan cara pencegahannya, serta praktik langsung beberapa cara pencegahan hipertensi dalam bentuk senam hipertensi lansia dan pembuatan jus mentimun yang mengandung kalium, magnesium, dan vitamin C, yang dapat menurunkan tekanan darah. Pertanyaan pada Pre- Test dan Post-Test dimodifikasi berdasarkan materi yang dibahas dan terdiri atas 5 pertanyaan benar atau salah. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di RT 07 RW 02 Kelurahan Singonegaran, Kota Kediri, berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dan cara pencegahannya. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata jawaban benar pada pre-test sebesar 42,8% mengalami peningkatan pada post-test sebesar 89,2%. Menjaga pola makan, rajin melakukan aktivitas fisik, dan juga meminum jus mentimun yang mengandung zat untuk menurunkan tekanan darah, sangat disarankan untuk warga RT 07 RW 02 Kelurahan Singonegaran, Kota Kediri, agar dapat dilakukan secara teratur setiap harinya.
Unduhan
Referensi
Amisi, et al. (2018). Hubungan antara Hipertensi dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner pada Pasien yang Berobat di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Kesmas, 7(4), 1–7.
Asadha, S. A. (2021). Efektivitas Jus Mentimun (Cucumis sativus L) Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi. Jurnal Medika Hutama, 3(1), 1594–1600.
Delavera, A., Siregar, K. N., Jazid, R., & Eryando, T. (2021). Hubungan Kondisi Psikologis Stress dengan Hipertensi pada Penduduk Usia ≥ 15 tahun di Indonesia. Jurnal Biostatistik, Kependudukan, Dan Informatika Kesehatan, 1(3), 148. https://doi.org/10.51181/bikfokes.v1i3.5249
Dewi, A. Z., Aini, N., Nugrahani, A., Aji, D. P., Jannah, R., Sahda, R. A., Anggreani, S. S., Rahmawati, M., Rizky, Y., Achmad, D., & Setyaningsih, P. A. (2024). Cerita Hipertensi : Pengabdian Masyarakat Aktivitas Fisik Pencegah Hipertensi. 4(2), 275–279. https://doi.org/10.59141/comserva.v4i2.1362
Edy Bachrun, Riska Ratnawati, & Aris Hartono. (2023). Pengabdian Kepada Masyarakat Tentang Penyakit Hipertensi Pada Lansia. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS), 1(1), 1–6. https://doi.org/10.54832/judimas.v1i1.77
Fitri, Y., Rusmikawati, R., Zulfah, S., & Nurbaiti, N. (2018). Asupan natrium dan kalium sebagai faktor penyebab hipertensi pada usia lanjut. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 3(2), 158. https://doi.org/10.30867/action.v3i2.117
Gautami, G., & Kumala, M. (2021). Hubungan rasio asupan natrium berbanding kalium dengan penyakit hipertensi pada lansia. Tarumanagara Medical Journal, 3(1), 83–90. https://doi.org/10.24912/tmj.v3i2.11747
Gultom, M. D., & Sudaryo, M. K. (2023). Hubungan Hipertensi dengan Kejadian Gagal Ginjal Kronik di RSUD DR. Djasamen Saragih Kota Pematang Siantar Tahun 2020. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 8(1), 40–47. https://doi.org/10.14710/jekk.v8i1.11722
Ina, S. H. J., Selly, J. B., & Feoh, F. T. (2020). Analisis Hubungan Faktor Genetik Dengan Kejadian Hipertensi Pada Usia Dewasa Muda (19-49 Tahun) Di Puskesmas Bakunase Kota Kupang Tahun 2020. Chmk Health Journal, 4(3), 220.
Lasanuddin, Vonny, H., Syamsuddin, Fadli, Diu, & Guswinda. (2023). Pengaruh Pemberian Jus Tomat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga. Jurnal Kesehatan Tradisional, 1(2).
Lubis, D. R., Petralina, B., & Lubis, E. (2023). Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Melalui Edukasi Kesehatan Dan Pemeriksaan Kesehatan Dalam Pengendalian Hipertensi Pada Lansia. Jurnal Pengabdian Masyarakat Darmais, 2(1), 2–5.
Mclean Joostensz, M., & Priyana, A. (2019). Beda Tekanan Darah pada Laki-Laki Perokok dan Bukan Perokok Usia Muda di Fakultas Teknik dan Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara. Tarumanagara Medical Journal, 1(3), 582–585. chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/file:///C:/Users/acer/Downloads/Miranda+Mclean+Joostensz.+Andria+Priyana (1).pdf
Munawaroh, N. (2023). Edukasi Pencegahan Hipertensi Dengan Menerapkan Pola Hidup Sehat Di Desa Sanding Malangbong Kabupaten Garut. JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 167. https://doi.org/10.52434/jpm.v2i1.2492
Octarini, D. L., Meikawati, W., & Purwanti, I. A. (2023). Hubungan Kebiasaan Konsumsi Makanan Tinggi Natrium dan Kalium Dengan Tekanan Darah Pada Usia Lanjut. Prosiding Seminar Kesehatan Masyarakat, 1(September), 10–17. https://doi.org/10.26714/pskm.v1iseptember.186
Ramdhika, M. R., Widiastuti, W., Hasni, D., Febrianto, B. Y., & Jelmila, S. (2023). Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Perempuan Etnis Minangkabau di Kota PadangHubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Perempuan Etnis Minangkabau di Kota Padang. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 19(1), 91. https://doi.org/10.24853/jkk.19.1.91-97
Setiani, R., & Wulandari, S. A. (2023). Hubungan Faktor Genetik dengan Kejadian Hipertensi: Scoping Review. Jurnal Integrasi Kesehatan & Sains, 5(1), 60–66. https://doi.org/10.29313/jiks.v5i1.11126
Setiawan, I. S., & Sunarno, R. D. (2022). Terapi Jus Mentimun Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 13(1), 276–283. https://doi.org/10.26751/jikk.v13i1.1300
Setyanda, Y. O. G., Sulastri, D., & Lestari, Y. (2015). Hubungan Merokok dengan Kejadian Hipertensi pada Laki-Laki Usia 35-65 Tahun di Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 4(2), 434–440. https://doi.org/10.25077/jka.v4i2.268
Suprayitno, E., & Huzaimah, N. (2020). Pendampingan Lansia Dalam Pencegahan Komplikasi Hipertensi. SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 4(1), 518. https://doi.org/10.31764/jpmb.v4i1.3001
Umbas, I. M., Tuda, J., & Numansyah, M. (2019). Hubungan Antara Merokok Dengan Hipertensi Di Puskesmas Kawangkoan. Jurnal Keperawatan, 7(1). https://doi.org/10.35790/jkp.v7i1.24334
Waskito, A., Safitri, N. D., Mandiri, M. D. A., Rahmah, A., & Paulina, P. (2022). Penyuluhan Pola Hidup Sehat Melalui Program Masyarakat Cerdik Cegah Hipertensi. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 6(2), 848. https://doi.org/10.31764/jpmb.v6i2.8717
Wulan Sari, N., Mutmainna, A., & Irmayani. (2024). Hubungan Stres Dengan Kejadian Hipertensi Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamangapa Kota Makassar. JIMPK : Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan, 4(2), 225–231.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Gerardin Ranind Kirana, Reny Nugraheni, Vivien Dwi Purnamasari, Forman Novrindo Sidjabat

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (Refer to The Effect of Open Access).






















