Cegah Stunting pada Anak Melalui Edukasi dan Penguatan Pola Asuh Keluarga di Desa Tanjung Dayang Selatan, Kecamatan Indralaya Selatan
DOI:
https://doi.org/10.54259/pakmas.v6i1.4170Kata Kunci:
Community Service, Family Parenting, Socialization, StuntingAbstrak
Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia, terutama akibat kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi anak yang optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK di Desa Tanjung Dayang Selatan, Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, mengenai pentingnya pencegahan stunting melalui penguatan pola asuh keluarga. Kegiatan ini dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi interaktif yang disampaikan oleh tim pengabdian, dengan materi yang mencakup faktor penyebab stunting, dampaknya terhadap tumbuh kembang anak, serta strategi pencegahannya. Setelah sesi edukasi, peserta diberikan post-test untuk mengukur pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai pola asuh yang tepat dan pemenuhan gizi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan anak secara optimal. Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar dalam interaksi sosial dan asesmen terhadap pemahaman masyarakat. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya peran keluarga dalam mencegah stunting, sehingga dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.
Unduhan
Referensi
Badan Pusat Statistik. (2022). Data Kependudukan Kabupaten Ogan Ilir.
Christina, C., Gunawan, G., Sultanea, R., Lestari, D., Azizah, U., Haniifah, H., Yulatifah, T., Fatimah, R., Muzaki, A., Munir, M., & Farhan, M. M. (2022). Pola Asuh Orangtua Dan Kurangnya Gizi Anak Penyebab Stunting Di Desa Karangduwur, Kalikajar, Wonosobo. Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani (JPMM), 2(2), 188–195. https://doi.org/10.51805/jpmm.v2i2.88
Kementerian Kesehatan RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013. Kemenkes RI.
Kemeterian Kesehatan RI. (2022). Laporan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Kemenkes RI.
Noorhasanah, E., & Tauhidah, N. I. (2021). Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Kejadian Stunting Anak Usia 12-59 Bulan. Jurnal Ilmu Keperawatan Anak, 4(1). https://doi.org/10.32584/jika.v4i1.959
Permatasari, T. A. E. (2020). Pengaruh pola asuh pembrian makan terhadap kejadian stunting pada balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 14(2), 3–11.
Ringgi, M. S. I. N., & Keuytimu, Y. M. H. (2022). Intervensi Berbasis Edukasi pada Ibu terhadap Feeding Practice Ibu dalam Upaya Peningkatan Status Gizi Anak Stunting pada Usia 6-24 Bulan. Jurnal Kesehatan, 13(1), 118–123. https://doi.org/10.26630/jk.v13i1.2852
UNICEF. (2020). Preventing childhood stunting: Importance of early nutrition interventions. United Nations Children’s Fund.
World Health Organization. (2021). Child Growth Standards and Prevention of Stunting. WHO.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Gita Isyanawulan, Dadang Hikmah Purnama, Safira Soraida, Lisya Septiani Putri, Yuanita Dwi Hapsari

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (Refer to The Effect of Open Access).






















