Strategi Nilai Berita Kegiatan Vaksinasi Covid-19 Untuk Media Massa di Institut Ilmu Sosial dan Manajemen Stiami
DOI:
https://doi.org/10.54259/pakmas.v2i2.1121Kata Kunci:
News Value, Optimization, Publicity, VaccinationAbstrak
Demi memaksimalkan pencegahan penyebaran virus covid-19, Pemerintah berupaya memaksimalkan dan memenuhi target program percepatan vaksinasi. Vaksinasi massal digencarkan untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan Vaksinasi Covid-19. Namun, program kegiatan pemerintah ini memerlukan dukungan lokasi dan fasilitas yang memadai yang meliputi ketersediaan ruang dan sumber daya manusia. Perguruan tinggi dinilai menjadi fasilitas yang memadai untuk mengakomodir program pemerintah atas kegiatan vaksinasi Covid-19. Sebagai salah satu perguruan tinggi swasta ternama di Kota Bekasi, Institut STIAMI ikut ambil bagian dalam menyukseskan program pemerintah tersebut. Perguruan tinggi yang memiliki kampus pusat di Jakarta ini, menilai kegiatan Vaksinasi Massal Covid-19 dapat dikolaborasikan dengan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat sendiri merupakan kewajiban Dosen yang tercantum dalam Tridharma perguruan tinggi. Memanfaatkan jaringan media relation, Institut STIAMI berupaya menentukan nilai berita dan mengemas kegiatan vaksinasi massal Covid-19 sebagai media publisitas yang optimal dalam komunikasi pemasaran. Strategi Public Relation dengan memadukan media relation dan komunikasi pemasaran mampu menghasilkan ide publisitas. Nilai Berita yang dipilih untuk menjadi daya tarik peliputan media massa adalah “Berani Vaksin Dapat Beasiswa Kuliah”. Gencarnya publisitas yang dilakukan Institut STIAMI diharapkan mampu mempertahankan citra dan reputasi di mata khalayak, baik calon konsumen, konsumen, pesaing maupun internal lembaga.
Unduhan
Referensi
Harlow, Rex F. (1976). Building a Public Relations Definition. Public Relations Review 2 No.4
Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2009). An Educational Psychology Success Story: Social Interdependence Theory and Cooperative Learning. Educational Researcher, 38, 365-379.
Kotler dan Keller. 2021. Manajemen Pemasaran Jasa. Sumatera Utara: Yayasan Kita Menulis.
Kriyantono, Rachmat. 2008. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Lesly, Philip. 1955. Public Relations. New York: Prentice-Hall.
Mulyana, D. 2016. Pengantar Ilmu Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Saputra, Wahidin dan Nasrullah, Rulli. 2014. Public Relations 2.0: Teori dan Praktik Public Relations di Era Cyber. Depok: Gramata Publishing.
L.Tubbs, Stewart & Moss, Sylvia. 2008. Human Communication : Prinsip-prinsip Dasar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
kbbi.kemdikbud.go.id/entri/religius.
Iswara YT, Ginting AH. 2022. Meningkatkan Semangat Nasionalisme Melalui Pendidikan Pancasila pada Masa Pandemi COVID-19. Civitas Consecratio, 2 (1): 11–23.
Nugroho MW, Supriyono, & Nugraha DM. 2021.Pemanfaatan media sosial tik tok sebagai sarana Penguatan identitas nasional di era pandemic. AoEJ: Academy of Education Journal, 12 (2), 262-274.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Heru Sudinta, Ecep Suwardani Yasa, Iwan Irwansyah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (Refer to The Effect of Open Access).






















