Pola Komunikasi Antarbudaya Etnik Bajo dan Etnik Sikka Kelurahan Wolomarang Kabupaten Sikka
DOI:
https://doi.org/10.54259/mukasi.v5i1.6348Keywords:
Communication Patterns, Convergence-Divergence, AdaptationAbstract
This study analyzes communication patterns among the Bajo and Sikka ethnic groups in Wolomarang Village, Sikka Regency. The focus of this study is the patterns and dynamics of convergence and divergence in communication among the Bajo and Sikka ethnic groups in terms of social adaptation. Ethnographic methods were used because they enable researchers to understand the daily habits and interactions between the Bajo and Sikka ethnic communities that can be observed. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study show that communication patterns are formed through continuous interactions in various areas of life, such as markets, residential environments, social activities, and religious activities. The patterns that emerge are generally open, adaptive, and accommodating, reflecting harmonious relationships despite cultural differences. Convergence is evident through adjustments in speech patterns, language use, and social behavior to achieve mutual understanding, especially with the use of Indonesian as a lingua franca in public interactions. Divergence is seen when each ethnic group maintains its own language and distinctive communication characteristics. The Bajo ethnic group uses the Bajo language in internal interactions and exhibits a soft and religious style of speech, while the Sikka ethnic group uses the Sikka language with a firm and expressive communication style. Social adaptation is reflected in functional bilingualism and mixed family practices that combine values, languages, and traditions with mutual respect.
Downloads
References
Bandur, Agustinus. 2019. Penelitian Kualitatif-Studi Multi-Disiplin Keilmuwan dengan NVivo 12 Plus. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Burnawi, Pola Komunikasi Antarbudaya Etnis Cina dan Pribumi di J&T Express Aceh. Tesis Pascasarjana Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. 2023.
Daryanto, 2014. Teori Komunikasi. Malang: Gunung Samudera.
DeVito, J. A. 2013. The Interpersonal Communication Book (13th Ed.). Boston: Pearson.
Eko Saputra. Komunikasi Antarbudaya Etnis Lokal Dengan Etnis Pendatang: Studi Pada Mahasiswa/I Fakultas Adab Dan Ilmu Budaya Uin Sunan Kalijaga Yogyakarta. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, Vol 8, No.1. 2019.
Hamzah, Amir. 2020. Metode Penelitian Etnografi: Kajian Filosofis, Teoritis dan Aplikatif, Malang: Literasi Nusantara.
Ismiunia Hasmar, Analisis Komunikasi Antarbudaya dalam Proses Adaptasi Masyarakat Etnik Bugis dan Etnik Papua di Kota Jayapura, Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan. Vol 17, No. 3. 2023.
Kiki Fatmala. Pola Komunikasi antara Masyarakat etnik Toraja dan etnik Pendatang di Kota Rantepao Toraja Utara (Studi Komunikasi Antarbudaya). Jurnal Respon, Vol 3 No. 1. 2020.
Liliweri, Alo. 2013. Dasar-Dasar Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Liliweri, Alo. 2022. Persepsi, Sikap, dam Prasangka dalam Komunikasi Antarbudaya, Depok: PT Rajagrafindo Persada.
Liliweri, Alo. 2022. Filsafat Ilmu, Jakarta: Kencana.
Liliweri, Alo. 2024. 10 Teori Komunikasi Non Verbal, Jakarta: Kencana.
Moleong, L. J. 2017. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Ngalimun. 2019. Komunikasi Budaya: Memahami Komunikasi Antarmanusia dan Antarbudaya, Yogyakarta: Parama Ilmu.
Ridwan, Aang. 2016. Komunikasi Antarbudaya. Mengubah Persepsi dan Sikap dalam Meningkatkan Kreativitas Manusia. Bandung: CV Pustaka Setia.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tim Penyusun KKBI, 1988. Kamus Besar Bahassa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mega Mutia Maeskina, Nyimas Sri Rahayu, Rifka Noor Hasanah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa MUKASI (Jurnal Ilmu Komunikasi) sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada MUKASI (Jurnal Ilmu Komunikasi).























