Studi Fenomenologi Pemaknaan Masyarakat Terhadap Nilai Filosofi Arca Manusia Peninggalan Zaman Batu di Kabupaten Lahat
DOI:
https://doi.org/10.54259/mukasi.v1i2.662Keywords:
Philosophical Value, Human Statues, MeaningAbstract
Lahat Regency is dubbed as the land of 1000 megaliths, because there are more than 1000 megalith findings registered in the Indonesian muri record. This study aims to determine the meaning of the Simpur Village community on the philosophical value of human statues, namely the results of historical relics in the megalithic era in Lahat Regency. This statue depicts the figure of a leader, who is presented with a strong figure having a head that is slightly protruding forward. This study uses a qualitative descriptive research approach. And this research uses phenomenological studies with data collection techniques in the form of literature studies, interviews, and documentation techniques. This study aims to determine the meaning of the Simpur Village community on the philosophical value of human statues in Simpur Village, Lahat Regency.
Downloads
References
Ali, R. M. (2005). Pengantar ilmu sejarah Indonesia. LKiS Pelangi Aksara.
Cangara, Hafied.Cangara, H. (2010). Pengantar Ilmu Komunikasi. Raja Grafindo Persada.
Dahlifa, D. (2021). Accounting Reserch Metodology.
Djam’an, S., & Aan, K. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. alfabeta.
FITRI, N. (n.d.). Makna Pesan Komunikasi Nonverbal Dalam Kesenian Tari Topeng Cirebon.
Husaini, U., & Purnomo, S. A. (2014). Metodologi penelitian sosial. Bumi Aksara.
Jeklin, A. (2016). Kebudayaan Manusia Prasejarah Di Desa Tanjung Aro Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah. 1(July), 1–23.
Kuswarno, E. (2005). 151678-ID-tradisi-fenomenologi-pada-penelitian-kom.
Lexy J Moleong. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT.Remaja Rosdakarya.
Mayssara A. Abo Hassanin Supervised, A. (2018). Bab II Kajian Pustaka Dan Kerangka Pemikiran. Paper Knowledge. Toward a Media History of Documents, 2017, 9–29.
Mulyana, D. (2000). Pengantar ilmu komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya
Munawati, M., & Idris, M. (2018). Sebaran Rumah Batu di Desa Tegur Wangi Kota Pagaralam Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah. Kalpataru: Jurnal Sejarah Dan Pembelajaran Sejarah, 4(1), 10–16.
Nakayama, T. K., & Martin, J. N. (2007). The “white problem” in intercultural communication research and pedagogy. Whiteness, Pedagogy, Performance: Dis/Placing Race, 256.
Nakayama, T. K., & Martin, J. N. (2007). The “white problem” in intercultural communication research and pedagogy. Whiteness, Pedagogy, Performance: Dis/Placing Race, 256.
Rustandi, N., Wibisono, Y., Cianjur, S., Islam, U., Sunan, N., & Djati, G. (2020). Religious Perception of Society Against Gunung Padang Cianjur Archaeological Site Persepsi Keagamaan Masyarakat. Tatar Pasundan, XIV(2), 173–189.
Salim dan Syahrum. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif (Konsep dan Ap_likasi dalam Ilmu Sosial, Keagamaan dan Pendidikan). Cita_pustaka Media.
sugiyono. (2017). metode Penelitian Pendekatan (Pendekatan Kuantitatif, Kuali_tatif, dan R&D). alfabeta.
Supardi. (2015). Dasar-dasar ilmu sosial. Ombak.
Misnawati, D. (2019). Kajian Simbolisme Kuliner Mpek Mpek dalam Interaksi Sosial Masyarakat Palembang. Jurnal Vokasi Indonesia, 7(1), 72-77.
Alalik Nur Afifillah, & imu, F. (2022). Strategi Komunikasi Wartawan Kriminal Luwuk Post Dalam Mencari Berita Dimasa Pandemi Covid-19. MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1), 01–10. https://doi.org/10.54259/mukasi.v1i1.397
Hayatun Sofian, Yulanda Trisula SY, Sandi Justitia Putra, Lalu Ahmad Rahmat, & I Made Putra Suryantara. (2022). Analisis Agenda Setting Pemberitaan MotoGP Mandalika Pada RRI Mataram. MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1), 11–20. https://doi.org/10.54259/mukasi.v1i1.417
Rahardjo, A. (2016). Membangun Desa Partisipatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Rukminto, I. (2011). Pemberdayaan Pengembangan Masyarakat dan Interverensi Komunitas. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 okta riadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa MUKASI (Jurnal Ilmu Komunikasi) sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada MUKASI (Jurnal Ilmu Komunikasi).























