Pemanfaatan Pangan Unggul Daerah Dalam Pencegahan Stunting: Pembuatan Nugget Berbahan Daun Kelor dan Tempe
DOI:
https://doi.org/10.54259/pakmas.v3i2.2087Kata Kunci:
Stunting, Pangan Lokal, Pemberian Makanan Tambahan, Daun KelorAbstrak
Permasalahan di dunia sekarang khususnya bagi negara-negara berkembang yaitu masalah stunting atau pertumbuhan yang lambat bagi anak seusianya. Stunting disebabkan oleh faktor multidimensi, kurangnya asupan bergizi yang dapat berdampak pada tingkat kecerdasan, sehingga diperlukan makanan yang bergizi yang dapat mencegah terjadinya stunting. Desa Rambong merupakan desa yang memiliki potensi daerah yang kaya dengan tanaman Kelor dan produksi tempe. Dua bahan ini sarat dengan potensi gizi yang mana tempe mengandung protein nabati yang sangat mudah dijangkau sedangkan daun Kelor digunakan dalam malnutrisi seperti memperlancar ASI (Air Susu Ibu). Besarnya potensi ini dimanfaatkan untuk membuat produk nugget sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pencegah stunting. Nugget menjadi PMT dikarenakan makanan ini favorit bagi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Meunasah Baro desa Rambong, Beuracan, Kecamatan Meuredu, Kabupaten Pidie Jaya pada tanggal 12 Juni 2023. Kegiatan ini dihadiri 30 ibu-ibu dan 15 anak-anak. Kegiatan ini dilakukan dengan penyampaian materi terkait stunting dan upaya untuk mencegah akan terjadinya stunting melalui PMT. Dari pengabdian yang telah dilakukan diperoleh partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan pangan lokal untuk diolah menjadi makanan tambahan guna memenuhi kecukupan gizi.
Unduhan
Referensi
Alfarisi, R., Nurmalasari, Y., & Nabilla, S. (2019). Status Gizi Ibu Hamil Dapat Menyebabkan Kejadian Stunting Pada Balita. Jurnal Kebidanan, 5(3), 271–278.
Amelia, A., Nurviana, N., Wibowo, S. G., Sari, R. P., Muliani, F., & Nabilla, U. (2023). Pelatihan dan Pendampingan Inovasi Produk dari Daun Kelor untuk Mencegah Stunting di Desa Sungai Pauh Pusaka. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 8(1), 66–75. https://doi.org/10.30653/jppm.v8i1.221
Astawan, M., Adiningsih, N. R., & Palupi, N. S. (2014). Evaluasi Kualitas Nuget Tempe dari Berbagai Varietas Kedelai. Pangan, 23(2), 244–255.
Demirchyan, A., Petrosyan, V., Sargsyan, V., & Hekimian, K. (2016). Predictors of Stunting Among Children Ages 0 to 59 Months in a Rural Region of Armenia. Journal of Pediatric Gastroenterology & Nutrition, 62(1), 150–156. https://doi.org/10.1097/MPG.0000000000000901
Dwi, A., Yadika, N., Berawi, K. N., & Nasution, S. H. (2019). Pengaruh Stunting terhadap Perkembangan Kognitif dan Prestasi Belajar. Jurnal Kebidanan Malahayati, 5(3), 271–278.
Handayani, S., Pratiwi, Y. S., & Fatmawati, N. (2021). Pemanfaatan Tanaman Lokal Sebagai Pelancar ASI (Galaktogogue). Jurnal Kebidanan Malahayati, 7(3), 518–522.
LPPM STIKes Hang Tuah Pekanbaru. (2015). Permasalahan Anak Pendek (Stunting) dan Intervensi Untuk Mencegah Terjadinya Stunting. Jurnal Kesehatan Komunitas, 2(6), 254–261.
Mutia, A. (2021, November 25). Prevalensi Stunting Balita Indonesia Tertinggi ke-2 di Asia Tenggara. Databooks. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/11/25/prevalensi-stunting-balita-indonesia-tertinggi-ke-2-di-asia-tenggara
Ni’mah, K., & Nadhiroh, S. R. (2015). Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Media Gizi Indonesia, 10(1), 13–19.
Pujilestari, S., Anggia Sari, F., & Sabrina, N. (2020). Mutu Nugget Tempe Hasil Formulasi Tempe dan Daging Ayam. Teknologi Pangan Dan Kesehatan, 2(2), 82–87.
Risma, & Nurhaeda. (2022). Pemberian Nugget Tempe Kedelai Terhadap Kenaikan Berat Badan Balita Gizi Kurang Sebagai Upaya Pencegahan Stunting. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4(6), 7002–7013.
Sutarto, Mayasari, D., & Indriyani, reni. (2018). Stunting, Faktor Resiko dan Pencegahannya. J Agromedicine, 5(1), 540–545.
Wahyuningsih, R., Darni, J., Pandu Ruslan Ninggrat, J., Gizi, J., Kemenkes Mataram, P., & Naskah, G. (2023). KELEPE (KELOR LELE TEMPE) Sebagai Makanan Tinggi Protein Untuk Upaya Pencegahan Stunting Anak Balita. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo, 4(2), 131–138. http://jkp.poltekkes-mataram.ac.id/index.php/PKS/index
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Rina Kudadiri, Fadli Afriandi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (Refer to The Effect of Open Access).






















