Penyuluhan Tinjauan Multiperspektif untuk Percepatan Penurunan Stunting di Desa Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Utara

Penulis

  • Tri Astuti Sugiyatmi Universitas Borneo Tarakan

DOI:

https://doi.org/10.54259/pakmas.v4i1.2849

Kata Kunci:

Stunting, Counseling, Multi-Perspective Review, Acceleration of Decline

Abstrak

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, termasuk Kalimantan Utara. Stunting, yang diakibatkan oleh malnutrisi kronis, tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik namun juga berdampak signifikan terhadap perkembangan kognitif. Pencegahan stunting paling penting dilakukan pada 1000 hari pertama sejak konsepsi hingga usia dua tahun. Stunting tidak hanya disebabkan oleh gizi buruk atau faktor yang berhubungan dengan kesehatan seperti seringnya infeksi dan kesehatan ibu, tetapi juga faktor lingkungan seperti peningkatan akses terhadap air bersih, kebersihan, sanitasi, faktor sosial ekonomi seperti pendapatan dan kemiskinan, pendidikan, dan praktik budaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh dari berbagai perspektif mengenai stunting sebagai informasi penting untuk menurunkan stunting pada balita. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan dengan pendekatan ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kader kesehatan, ibu atau pengasuh bayi atau anak stunting, ibu hamil, petugas desa, bidan, dan petugas dari berbagai sektor yang berjumlah 50 orang dilaksanakan pada tanggal 13 Juli 2023, di Desa Bebatu, Kabupaten Tana Tidung di Kalimantan Utara, Indonesia. Kegiatan ini berjalan sukses ditandai dengan antusiasme peserta dan banyaknya pertanyaan yang masuk pada saat sesi tanya jawab. Materi terkait pendidikan kesehatan yang lengkap disarankan untuk disimpan dalam kegiatan rutin setiap tahunnya.

Kata Kunci: stunting, penyuluhan, tinjauan multiperspektif,  percepatan penurunan

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Apriluana, G., & Fikawati, S. (2018). Analisis Faktor-Faktor Risiko terhadap Kejadian Stunting pada Balita (0-59 Bulan) di Negara Berkembang dan Asia Tenggara. Media Litbangkes, 28(4), 247-256.

Balitbangkes. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Kementrian Kesehatan.

Bhutta, Z. A., & Salam, R. A. (2012). Global nutrition epidemiology and trends. Annals of Nutrition and Metabolism, 61(suppl 1), 19–27. https://doi.org/10.1159/000345167

Bappenas, K. (2021, Feb 25). https://jdih.bappenas.go.id/peraturan/detailperaturan/2488. Retrieved Dec 20, 2021, from https://jdih.bappenas.go.id/: https://jdih.bappenas.go.id/peraturan/detailperaturan/2488

Bappenas, K., & Kemenkeu. (2019). Laporan Pemantauan Kinerja Anggaran dan Pembangunan Program Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting . Jakarta: Kemenkeu.

Candra, A. (2020). Epidemiologi Stunting. Semarang: FK Undip.

Danaei, G., Andrews, K. G., Sudfeld, C. R., Fink, G., McCoy, D. C., Peet , E., et al. (2016). Risk Factors for Childhood Stunting in 137 Developing Countries: A Comparative Risk Assessment Analysis at Global, Regional, and Country Levels. Plos Medicine, 1-18.

Imdad, A., Yakoob, M. Y., & Bhutta, Z. A. (2011). Impact of maternal education about complementary feeding and provision of complementary foods on child growth in developing countries. BMC Public Health, 11(3), 1-14.

Pusdatin. (2018, Juni). Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan Kementrian Kesehatan, pp. 1-43.

Nababan, D. (2015). Mother and Child Nutrition; A Review of Stunting Studies. International Journal of Sciences:Basic and Applied Research (IJSBAR), 22(1), 13-20.

Prendergast , A. J., & Humphrey, J. H. (2014). The stunting syndrome in developing countries. Paediatrics and International Child Health, 34(4), 250-265.

Sajalia, H., Dewi, Y. L., & Murti, B. (2018). Life Course Epidemiology on the Determinants of Stunting in Children Under Five in East Lombok, West Nusa Tenggara. Journal of Maternal and Child Health, 3(4), 242-251.

Tjenemundan, D. et al. (2024) ‘Pencegahan Stunting Melalui Penguatan Ketahanan Pangan dengan Metode Partisipasi Aktif pada Masyarakat Desa Kumpi Kecamatan Lembo Kabupaten Morowali Utara’, 4(1), pp. 93–100. Available at: https://doi.org/10.54259/pakmas.v4i1.2671.

Wardani, N. E. K., Pipit cahyani, T. I., & Rijanto, R. (2022). Pembentukan Kelompok Centing (Cegah Stunting ) Melalui Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Puskesmas Wilayah Rangkah. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (Pkm), 1(1), 98–104. https://doi.org/10.33024/jkpm.v1i1.5287

Rehena, Z., Hukubun, M., & Nendissa, A. R. (2021). Pengaruh Edukasi Gizi terhadap Pengetahuan Ibu tentang Stunting di Desa Kamal Kabupaten Seram Bagian Barat. Moluccas Health Journal, 2(2), 62–69. https://doi.org/10.54639/mhj.v2i2.523

Sengupta, P., Philip, N., & Benjamin, A. I. (2010). Epidemiological Correlates of Under Nutrition in Under 5 Years Children in An Urban Slum of Ludhiana. Health and Population: Perspectives and Issues, 33(1), 1-9.

Teja, M. (2019, November). Stunting Balita Indonesia dan Penanggulangannya. Info Singkat Bidang Kesejahteraan Sosial, XI(22), pp. 13-18.

Wondimagegn, Z. T. (2014). Magnitude and Determinants of Stunting Among Children in Africa: A Systematic Review. Current Research in Nutrition and Food Science, 2(2), 88-93.

Diterbitkan

2024-05-28

Cara Mengutip

Tri Astuti Sugiyatmi. (2024). Penyuluhan Tinjauan Multiperspektif untuk Percepatan Penurunan Stunting di Desa Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Utara . PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 174–179. https://doi.org/10.54259/pakmas.v4i1.2849

Terbitan

Bagian

Articles