Penguatan Institusi Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan Sedyo Makmur Paska Izin Usaha Tebang Kayu di Semanu, Kabupaten Gunungkidul

Penulis

  • Rijal Ramdani Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Gatot Supangkat Sumidjo Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Eko Priyo Purnomo Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Kevin Arya Pranaja Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Bagaskoro Nur Abu Yogar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.54259/pakmas.v5i2.4253

Kata Kunci:

Community Forests, Forest Farmer Groups, Reforestation, Forest Governance, Community Welfare

Abstrak

Kebijakan Hutan Kemasyarakatan (HKm) memberikan hak kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Sedyo Makmur untuk mengelola 115 Ha hutan negara dengan prinsip kelestarian dan kesejahteraan masyarakat. Program ini memungkinkan KTH menanam berbagai pohon, seperti mangga, sengon, mete, dan sirsak serta melakukan tumpang sari dan penebangan kayu setelah 15 tahun. Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (IUP HKm) diberikan pada 2007 hingga 2042, dengan tambahan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUP HHK HKm) pada 2019–2024. Namun, setelah berakhirnya IUP HHK HKm, KTH menghadapi beberapa kendala, termasuk lemahnya sistem manajerial dan administrasi, kesulitan menjalin kerja sama dengan pihak eksternal, serta ketidakmampuan mereboisasi 115 Ha hutan yang telah ditebang. Untuk mengatasi permasalahan ini, dirancang dua kegiatan utama, yaitu (1) edukasi dan pendampingan bagi KTH dalam tata kelola organisasi, administrasi, dan penguatan jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, serta (2) pelatihan pembibitan dan pemberian berbagai jenis bibit guna mendukung upaya reboisasi. Diharapkan program ini dapat memperkuat kapasitas KTH dalam pengelolaan hutan secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Agus, Purnama, D. H., & Sartika, D. D. (2024). Pemberdayaan Masyarakat Tani: Proses Pengambangan Kapastas Kelembagaan Kelompok Tani Hutan Kibuk Dalam Tata Kelola Perhutanan Sosial di Kota Pagaralam. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 9(10), 1–23.

Alule, J. R., Nuwategeka, E., & Oriangi, G. (2023). Characterisation of Forest Resources and the Local Communities for the Choice of Sustainable Forest Management Strategies in Uganda. East African Journal of Forestry and Agroforestry, 6(1), 186–199. https://doi.org/10.37284/eajfa.6.1.1305

Annisa, W. R., & Zunariyah, S. (2018). PERUBAHAN POLA PENGELOLAAN HUTAN OLEH MASYARAKAT DI DESA KALIGUNTING (Studi Kasus PHBM di Desa Kaligunting, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur). Journal of Development and Social Change, 1(1), 76. https://doi.org/10.20961/jodasc.v1i1.20744

Arba, & Sudiarto. (2023). Forest Protection and Its Role in Human Life and the Natural Environment. Jurnal Kompilasi Hukum, 8(2).

Arifandy, M. I., & Sihaloho, M. (2016). Efektivitas Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat Sebagai Resolusi Konflik Sumber Daya Hutan. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 3(2). https://doi.org/10.22500/sodality.v3i2.11339

Austin, K. G., Schwantes, A., Gu, Y., & Kasibhatla, P. S. (2019). What causes deforestation in Indonesia? Environmental Research Letters, 14(2). https://doi.org/10.1088/1748-9326/aaf6db

Gopal, S., Kelly-Fair, M., & Ma, Y. (2023). Palm Oil – The Increasing Materiality of Deforestation and Biodivievisity Risks in Indonesia and Malaysia. IGARSS 2023 - 2023 IEEE International Geoscience and Remote Sensing Symposium, 2374–2377. https://doi.org/10.1109/IGARSS52108.2023.10282181

Hendriyantore, R. (2018). Tata kelola internal dan eksternal untuk mengatasi permasalahan pangan di Indonesia. Jurnal Good Governance, 13(1), 1–14. https://doi.org/10.32834/gg.v13i1.26

Hifume, A. K., Arias, J. M., Anthony, O., Lipoles, P., Gempesao, M. C., Krista, A., Arias, J. M., Lipoles, O. A. P., & Gempesao, M. C. (2024). Open Access TACKLING ILLEGAL LOGGING : PROBLEMS AND CHALLENGES. 05, 81–94.

Kiely, L., Spracklen, D. V., Arnold, S. R., Papargyropoulou, E., Conibear, L., Wiedinmyer, C., Knote, C., & Adrianto, H. A. (2021). Assessing costs of Indonesian fires and the benefits of restoring peatland. Nature Communications, 12(1), 1–11. https://doi.org/10.1038/s41467-021-27353-x

Kusin, K., Jagau, Y., Ricardo, J., Saman, T. N., & Aguswan, Y. (2020). Peat lost by fire in kalampangan area, central kalimantan, Indonesia. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 862(2). https://doi.org/10.1088/1755-1315/504/1/012009

Lawrence, D., Radel, C., Tully, K., Schmook, B., & Schneider, L. (2010). Untangling a decline in tropical forest resilience: Constraints on the sustainability of shifting cultivation across the globe. Biotropica, 42(1), 21–30. https://doi.org/10.1111/j.1744-7429.2009.00599.x

Martapani, A. N., Fauzi, H., & Naparin, M. (2021). Dampak Hutan Kemasyarakatan Terhadap Aspek Sosial Ekonomi Masyarakat (Studi Pada Masyarakat Peduli Gambut Sukamaju, Kph Kayu Tangi). Jurnal Rimba Lestari, 1(1), 36–46. https://doi.org/10.29303/rimbalestari.v1i1.387

Rahayu, E. I., Maryudi, A., & Subrata, S. A. (2018). A Systematic Protocol for Mapping Forest Governance Research in Indonesia. AgEcon Search, 18. file:///F:/Spec 2/Traffic Delay Model.pdf

Sari, R. A., Devi, R., & Harahap, N. (2024). Peran Kebijakan Public Dalam Konservasi Sumber Daya Hutan Di Indonesia. Jurnal Manajemen Dan Ekonomi Syariah, 2(1).

Sourokou, R., & Vodouhe, F. (2024). Local Perceptions of Forest-Based Ecosystem Services in Benin, West Africa. American Journal of Agriculture and Forestry, 12(2), 113–128. https://doi.org/10.11648/j.ajaf.20241202.16

Talumepa, J. B. (2020). Kajian Hukum Terhadap Tata Kelola Hutan Di Indonesia. Lex Et Societatis, 8(4), 25–35. https://doi.org/10.35796/les.v8i4.30907

Wisnu Rubiyanto, C., Julian Santosa, F., & Juwita, R. (2023). Motives for Community Involvement in Agricultural Practice in Forest Production Area: A Case study at Kesatuan Pemangkuan Hutan/Forest Management Unit Kebonharjo, Central Java. E3S Web of Conferences, 444(5). https://doi.org/10.1051/e3sconf/202344403018

Diterbitkan

2025-11-10

Cara Mengutip

Rijal Ramdani, Gatot Supangkat Sumidjo, Eko Priyo Purnomo, Kevin Arya Pranaja, & Bagaskoro Nur Abu Yogar. (2025). Penguatan Institusi Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan Sedyo Makmur Paska Izin Usaha Tebang Kayu di Semanu, Kabupaten Gunungkidul. PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 629–636. https://doi.org/10.54259/pakmas.v5i2.4253

Terbitan

Bagian

Articles