Gambaran Pengetahuan dan Sikap Orang Tua Tentang Makanan Kariogenik pada Anak Usia Prasekolah Yang Menyebabkan Karies Gigi di Tk ‘Aisyiyah Karangasem
DOI:
https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v1i4.1149Keywords:
Knowledge, Attitude, Parents, Cariogenic Food, Dental CariesAbstract
The problem of dental caries in early childhood is important because dental caries is an success indicator of efforts to maintain children's dental health. The incidence of caries in children is influenced by the knowledge and attitudes of parents in caring for dental health. According to the Central Java region, there were 43.45% of data on damaged, perforated, and sick teeth, and for the Surakarta area there were 35.66%). This study aims to describe the knowledge and attitudes of parents about cariogenic foods consumed by preschoolers that can cause dental caries. This type of research is descriptive with quantitative methods. The sampling technique used is total sampling with the sampling technique based on the criteria determined by the researcher. the description of the mother's knowledge about cariogenic foods that can cause dental caries is mostly good with 83 respondents (57.60%) and the mother's attitude is mostly good, which is 80 respondents (55.60%). Knowledge and attitude of parents about cariogenic food in preschoolage that causes dental caries are good in TK 'Aisyiyah Karangasem.
Downloads
References
Artanti, Hidayah, A. dan Vidhiastutik, Y., 2020. Hubungan tingkat pengetahuan tentang makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi pada siswa kelas II di Madrasah Ibtidaiyah Al-Maruf Jombang. Literasi Kesehatan, 4(Mi), hal.21–35.
Budiman dan Riyanto, A., 2013. Kapita Selekta Kuesioner, Selemba Medika, Jakarta.
Edie, I.S. et al., 2021. Tingkat pengetahuan orang tua tentang kesehatan gigi dengan terjadinya karies pada anak prasekolah. Jurnal ilmiah keperawatan gigi (JIKG), 2(2), hal.371–385.
Eni, N., 2020. Hubungan Mengonsumsi Makanan Manis Terhadap Tingkat Kejadian Karies Pada Anak Usia Sekolah Dasar (Studi Literatur). Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar, 19(2), hal.33–36.
Liza, L. dan Diba, F., 2020. Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Orang Tua Terhadap Kesehatan Gigi Dan Mulut. JIM FKep, IV(1), hal.185–191.
Rahmandhini A, S.Siti, S.H., 2019. Gambaran Pengetahuan dan sikap ibu tentang makanan kariogenik dengan jumlah karies gigi pada siswa kelas IV SD Negri Demakijo I. Journal of Oral Health Care, null(23), hal.301–316.
Reskawati, S. ainun, Sulaeman dan Pratiwi, A., 2022. Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut Terhadap Kejadian Gigi Karies Pada Anak Usia 3 -14 Tahun Di Lingkungan Perumahan Wisma Mas Tahap 3 Rt 016 Kuta Jaya. Nusantara Hasana Journal, 1(9), hal.13–16.
Riolina, A., 2017. Peran Guru dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut siswa di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi, 1(2), hal.51–54.
Yulianti, R.P. dan Muhlisin, A., 2017. Hubungan pengetahuan orang tua tentang kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian karies gigi pada anak di SDN V Jaten Karanganyar. , hal.25–34.
Yuningtyas, A.S., Sulastri, S. dan Almujadi, 2017. Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Makanan Kariogenik Dengan Jumlah Karies Gigi. Jurnal of oral health care, 5(56), hal.115–122
Amalia, N., & Yusnia, N. (2021). Hubungan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Dan Penggunaan Pantyliner Dengan Kejadian Keputihan. Journal Of Nursing Practice And Education, 2(1), 61–69.
Aurellia, L., & Nainggolan, J. (2021). Use Of Panty Liner As A Risk Factor The Occurration Of Abnormal Vaginal Discharge. CIlinical Article Medicinus, 9(1), 27. https://doi.org/10.19166/med.v9i1.4196
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Fitri Shinta Muliya, Fida’ Husain

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa SEHATRAKYAT (Jurnal Kesehatan Masyarakat) sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada SEHATRAKYAT (Jurnal Kesehatan Masyarakat).





















