Gambaran Inspeksi Sanitasi Sumur Gali dengan Kandungan Bakteriologis Air Sumur Gali di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang Tahun 2022
DOI:
https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v2i1.1203Keywords:
Sanitation, Dug Wells, Water, E-ColiAbstract
Dug wells are a source of clean water that is widely used in Indonesia. This is in accordance with data obtained from BPS for 2020, where 2020 as many as 33.44% of households in Indonesia still use wells as a source of clean water. Clean water sources from wells are water sources that are easily contaminated with E-coli or colcoliformcteria. This is because the sanitary conditions of the wells are not in accordance with health requirements. This study aims to describe the sanitary conditions of dug wells with bacteriological content in dug well water. This research is descriptive research with a quantitative approach. The research was conducted in the working area of the Sikumana Health Center, Kupang City, from August to September 2022. The sample in this study was 34 dug wells. Data analysis in this research is univariate data analysis. The results showed that the sanitary conditions of dug wells in the Sikumana Health Center work area, Kupang City in 2022, namely 14.7% of dug wells had a low risk of contamination, 47% had a moderate risk of contamination, 32.3% had a high risk of contamination, and as many as 5.8% has a very high risk of contamination. The results of the research on the bacteriological content of dug well water showed that out of 34 samples of dug well water, 58.8% of dug well water contained E-coli bacteria. Health promotion efforts and guidance to the community are needed to overcome the problem of dug-well sanitation.
Downloads
References
Arma, I. G., Reka, P., Putu, N., Astuti, W., Ngurah, N., & Sanjaya, A. (2017). Analisis Hubungan Kondisi Fisik dengan Kualitas Air Pada Sumur Gali Plus di Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Selatan. Higiene (Jurnal Kesehatan Lingkungan), 6(2), 53–63. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/higiene/article/view/10030
Awuy, S. C., Sumampouw, O. J., & Boky, H. B. (2018). Kandungan Escherichia Coli pada Air Sumur Gali dan Jarak Sumur Dengan Septic Tank di Kelurahan Rap-Rap Kabupaten Minahasa Utara Tahun 2018. Jurnal KESMAS, 7(4), 1–2. http://ejournalhealth.com/index.php/kesmas/article/viewFile/890/873
Baktiar, S., Sahdan, M., & Setyobudi, A. (2022). Gambaran Konstruksi dan Letak Sumur Gali dengan Kandungan Pestisida dalam Air Sumur Gali di Area Persawahan Kelurahan Oesao Kabupaten Kupang. Media Kesehatan Masyarakat, 4(1), 100–107. https://doi.org/https://doi.org/10.35508/mkm
Kementrian Kesehatan RI. (2019). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. In Kementrian Kesehatan RI. https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan-indonesia-2019.pdf
Kementrian PU. (2017). Panduan Pembangunan Perumahan Dan Pemukiman (1st ed.). Kementrian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat. http://ciptakarya.pu.go.id/bangkim/simpp/portal/assets/public/05_Sumur_Gali_2017.pdf
Mahardika, A. N. T., Rahardjo, M., & Yunita D, N. A. (2018). Gambaran Kualitas Bakteriologis Air Sumur Gali di Wilayah Kerja Puskesmas Pengasih 1 Kabupaten Kulon Progo. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 6(6), 8–16. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/jkm.v6i6.22151
Muchlis, M., Thamrin, T., & Siregar, S. H. (2017). Analisis Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Bakteri Escherichia coli pada Sumur Gali Penderita Diare di Kelurahan Sidomulyo Barat Kota Pekanbaru. Dinamika Lingkungan Indonesia, 4(1), 18. https://doi.org/10.31258/dli.4.1.p.18-28
Nurhadini. (2016). Studi Deskriptif Sumur Gali Ditinjau Dari Kondisi Fisik Lingkungan dan Praktik Masyarakat Di Kabupaten Boyolali. Universitas Nrgeri Semarang.
Rahayu, W. P., Nurjanah, S., & Komalasari, E. (2018). Escherichia coli: Patogenitas,Analisis, dan Kajian Risiko (1st ed., pp. 1–158). IPB Press.
Rasako, R. F., Joko, T., & Dangiran, H. L. (2018). Hubungan Kualitas Bakteriologis Air Sumur Gali Dengan Kejadian Diare Di Kelurahan Waihaong Kota Ambon. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 6(2), 143–150. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/download/20809/19520
Rongre, A. J. P., Joseph, W. B. S., & Pinontoan, O. R. (2018). Kandungan Escherichia Coli Dan Kondisi Fisik Sumur Gali Di Kelurahan Kakaskasen Iii Lingkungan Iii Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon. Jurnal KESMAS, 7(4), 1–6. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/kesmas/article/download/23181/22874
Simanullang, T. H., & Nanda, M. (2018). Hubungan Konstruksi Sumur Gali dan Kandungan Coliform Pada Air Sumur Terhadap Kejadian Diare Di Desa Ujung Teran Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat Tahun 2015. JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Kesehatan), 2(1), 1–13. https://doi.org/10.30829/jumantik.v3i1.1220
Sumantri, A. (2017). Kesehatan lingkungan (4th ed.). Kencana.
Wardani, Y. S., & Suparmin, S. (2018). Hubungan Konstruksi Sumur Gali Dengan Kualitas Air Sumur Gali di Desa Tambaharjo Kecamatan Adimulyo Kabupaten Kebumen Tahun 2017. Buletin Keslingmas, 37(3), 323–331. https://doi.org/10.31983/keslingmas.v37i3.3896
Widyantira, D. L. (2019). Hubungan Kondisi Fisik Sumur Dan Jarak Kandang Dengan Kandungan Bakteri Coliform Air Sumur Gali Di Desa Buluharjo [Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun]. In Repository Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun. http://repository.stikes-bhm.ac.id/571/
Faturahman, B. M. (2021). Diskursus Manajemen Bencana Era Covid-19. Madani Jurnal Politik Dan Sosial Kemasyarakatan, 13(1), 68–85. https://doi.org/10.52166/madani.v13i1.2291
Fauzielly, L., Jurnallah, L., Jihadi, L. H., Aditio, M., Ramadhan, T. H., & Mufti, I. J. (2018). Sosialisasi Mitigasi Bencana Longsor Di Daerah Hambalang, Kecamatan Citereup, Kabupaten BogoR. Jurnal Aplikasi Iptek Untuk Masyarakat, 7(1), 11–13.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Emanuel Dappa, Marilyn S, Junias, Mustakim Sahdan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa SEHATRAKYAT (Jurnal Kesehatan Masyarakat) sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada SEHATRAKYAT (Jurnal Kesehatan Masyarakat).





















