Praktik Pencatatan Keuangan UMKM Kuliner Berbasis SAK EMKM di PIK 2 Tangerang

Authors

  • Azza Billa Amanda Universitas Bina Sarana Informatika
  • Peter Rajagukguk Universitas Bina Sarana Informatika

DOI:

https://doi.org/10.54259/akua.v5i4.9295

Keywords:

SAK EMKM, Financial Recording, Culinary MSMEs, CED

Abstract

This research is motivated by the low quality of financial recording among culinary MSMEs and the gap between SAK EMKM standards and field practices, particularly in the PIK 2 area which has never been studied before. This study aims to analyze financial recording practices, measure the gap between normative requirements and actual realities, and identify the contributing factors and obstacles faced by culinary MSMEs in the PIK 2 area, Tangerang Regency. The method used is Concurrent Embedded Design (CED), combining quantitative questionnaires from 41 respondents and qualitative interviews with 7 informants. The results show that recording practices are hybrid: income is automatically recorded via QRIS, but cash expenditures are recorded manually and incompletely due to negligence Although 83% of respondents rate their finance separation as good, 5 of 7 informants have not separated personal and business finances. 78% of respondents prepare simplified income statements and 88% prepare simplified balance sheets, but both are not in accordance with SAK EMKM standards, while understanding of CALK is only 29%. The main contributing factors are lack of understanding of SAK EMKM, absence of training from area management, and lack of external pressure. This study recommends QRIS-integrated digital recording applications and continuous mentoring

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] T. Tambunan, Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Jakarta, Indonesia: LP3ES, 2020.

[2] Ikatan Akuntan Indonesia, Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Jakarta, Indonesia: Dewan Standar Akuntansi Keuangan IAI, 2018.

[3] H. D. Taftorona, D. T. Agustin, A. Yuliana, and S. L. Putri, "Penerapan standar akuntansi keuangan entitas mikro kecil dan menengah (SAK EMKM) terhadap kinerja keuangan UMKM di Kota Madiun," Prosiding Seminar Nasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis, vol. 2, no. 1, pp. 196–202, 2025, doi: [lengkapi DOI].

[4] N. Hasmi and N. A. Jufri, "Penyusunan laporan keuangan UMKM berdasarkan standar akuntansi keuangan entitas mikro, kecil, dan menengah (SAK EMKM) (studi kasus di UD. Galaxy Sport)," Jurnal Akuntansi Kompetif, vol. 6, no. 1, pp. 41–52, 2023, doi: 10.35446/akuntansikompetif.v6i1.1244.

[5] S. S. Harahap, Manajemen Keuangan. Jakarta, Indonesia: Rajawali Pers, 2019.

[6] S. Sugiri and B. A. Riyono, Pengantar Akuntansi 1, 10th ed. Yogyakarta, Indonesia: YKPN, 2018.

[7] M. Catio, S. Sampurnaningsih, R. Hidayat, N. Faddilah, Hasbiyansyah, M. Fakhrurazi, and Y. C. Nandani, "Peningkatan literasi keuangan bagi pelaku UMKM melalui pelatihan pencatatan keuangan digital di Kecamatan Sindang Jaya Kabupaten Tangerang," Jabdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 3, no. 1, pp. 37–39, 2025, doi: 10.56457/jabdimas.v3i1.218.

[8] A. Riandi, R. Rachmawaty, M. Havizh, Suradi, S. Febrianto, F. Islami, and M. Marjohan, "Strategi pengelolaan keuangan dalam meningkatkan produktivitas UMKM di Sindang Jaya Kabupaten Tangerang," Jabdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 3, no. 1, pp. 25–30, 2025, doi: 10.56457/jabdimas.v3i1.216.

[9] A. Ghina, R. A. Pebriani, and N. Y. Maleha, "Pengaruh pemahaman akuntansi dan kesiapan pembukuan terhadap penyusunan laporan keuangan UMKM dengan penerapan SAK EMKM sektor kuliner Kota Palembang," Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA), vol. 9, no. 3, pp. 523–537, 2025, doi: 10.31955/mea.v9i3.6217.

[10] A. Pratiwi, N. Widayati, and F. Fauzi, "Analisis determinasi faktor penyusunan laporan keuangan UMKM berbasis SAK EMKM," E-Jurnal Akuntansi TSM, vol. 5, no. 3, pp. [halaman], 2025, doi: [lengkapi DOI].

[11] A. P. Sari and R. Fitriawati, "Pengaruh tingkat pendidikan, pemahaman akuntansi dan penerapan akuntansi terhadap laporan keuangan UMKM (studi kasus UMKM Tangerang Selatan)," Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, vol. 2, no. 9, pp. 145–151, 2024, doi: [lengkapi DOI].

[12] J. W. Creswell and V. L. Plano Clark, Designing and Conducting Mixed Methods Research, 3rd ed. Thousand Oaks, CA, USA: SAGE Publications, 2018.

[13] F. Irfansyah, "Kendala penerapan SAK EMKM pada penyusunan laporan keuangan UMKM (studi pada pelaku UMKM Forum Musyawarah Ekonomi Kerakyatan Provinsi Kalimantan Barat)," Skripsi, Universitas Pakuan, Bogor, Indonesia, 2023.

[14] A. Khairunnisa, D. Nafrilla, F. Hani, R. A. Pratama, I. DwiAnti, A. A. prasetyo, and E. Septiana, "Implementasi SAK UMKM dalam pelaporan keuangan sederhana UMKM kuliner atau UMKM produsen cemilan," Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat, vol. 3, no. 4, pp. 431–438, 2025, doi: 10.61722/japm.v3i4.6079.

[15] Y. S. Nurjanah and T. Wibisono, "Penerapan SAK EMKM berbasis penggunaan QRIS dan literasi keuangan (studi persepsi pelaku UMKM kuliner Tasikmalaya)," Jurnal Penelitian Ekonomi Akuntansi (JENSI), vol. 7, no. 2, pp. 438–453, 2023, doi: 10.33059/jensi.v7i2.9007.

[16] I. C. Chrissanty, "Analisis penerapan standar akuntansi keuangan entitas mikro kecil dan menengah pada UMKM may's kitchen," Moneter: Jurnal Akuntansi dan Keuangan, vol. 9, no. 2, pp. 1–5, 2024, doi: 10.70375/e-logis.v6i1.61. Catatan: DOI yang tertera pada file tampak tidak sesuai dengan nama jurnal.

[17] A. Tahar and Bandi, "Determinants of enforced and voluntary tax compliance: adopting slippery slope framework," Journal of Accounting and Investment, vol. 25, no. 2, pp. 621–636, 2024, doi: 10.18196/jai.v25i2.20886

Downloads

Published

2026-10-15

How to Cite

Azza Billa Amanda, & Peter Rajagukguk. (2026). Praktik Pencatatan Keuangan UMKM Kuliner Berbasis SAK EMKM di PIK 2 Tangerang. AKUA: Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 5(4), 1136–1143. https://doi.org/10.54259/akua.v5i4.9295