TalkieBuddy : Generative AI-Driven Interactive Doll for Advancing Children's Verbal Skills
DOI:
https://doi.org/10.54259/satesi.v5i2.5769Kata Kunci:
Keterlambatan Bicara, Generative AI, IoT, Boneka Interaktif, Perkembangan Verbal AnakAbstrak
Keterlambatan bicara masih menjadi masalah perkembangan utama pada anak usia prasekolah, dengan salah satu penyebab penting adalah keterbatasan waktu orang tua untuk melakukan stimulasi bahasa secara rutin. Penelitian ini mengembangkan TalkieBuddy, boneka interaktif berbasis Internet of Things yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan generatif, dirancang untuk menstimulasi keterampilan bicara anak sekaligus mendukung keterlibatan orang tua. Sistem menangkap suara anak melalui mikrofon, mengubahnya menjadi teks menggunakan modul speech-to-text, memprosesnya dengan large language model (LLM) yang diperkaya literatur pendidikan dan psikologi anak, kemudian menghasilkan respons yang dikonversi kembali menjadi suara melalui text-to-speech. Seluruh interaksi disinkronkan dengan aplikasi mobile, yang memungkinkan orang tua memantau perkembangan anak melalui dashboard monitoring, mengelola profil anak, menyesuaikan gaya komunikasi boneka, dan mengakses artikel parenting. Hasil pengujian fungsional menunjukkan komunikasi antara perangkat, layanan cloud, dan aplikasi berjalan sesuai rancangan, meskipun terdapat keterbatasan dalam pengenalan suara di lingkungan bising. Uji coba lapangan melibatkan tujuh anak prasekolah, tiga orang tua, dan empat guru, yang memperlihatkan peningkatan kepercayaan diri anak dalam berbicara, respons yang lebih aktif, serta manfaat signifikan bagi orang tua dalam pemantauan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TalkieBuddy berpotensi menjadi solusi inovatif untuk stimulasi bahasa anak, sekaligus membantu mengurangi ketergantungan pada gawai berbasis layar.
Unduhan
Referensi
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), “STRATEGI KOMUNIKASI EFEKTIF DAN STIMULASI PERKEMBANGAN BICARA ANAK PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PERILAKU DAN SPEECH DELAY,” Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. [Online]. Available: https://lms.kemkes.go.id/courses/e43dd296-8130-4962-a040-e1ea0009487f
D. I. Habsad, R. N. Maharani, S. Darma, A. H. E. Darussalam, and Muh. A. Jafar, “Characteristics of Speech Delay in Children Aged 2-5 Years for the Period January-December 2022 at RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo,” Jurnal Biologi Tropis, vol. 24, no. 1, pp. 593–599, Mar. 2024, doi: 10.29303/jbt.v24i1.6642.
Siti Aminah and Ratnawati, “MENGENAL SPEECH DELAY SEBAGAI GANGGUAN KETERLAMBATAN BERBICARA PADA ANAK (KAJIAN PSIKOLINGUISTIK),” : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda, vol. 8, no. 2, pp. 79–84, Oct. 2022, doi: 10.33222/jaladri.v8i2.2260.
W. Fauzia, F. Meiliawati, and P. Ramanda, “Mengenali dan menangani speech delay pada anak,” Jurnal Al-Shifa, vol. 1, no. 2, pp. 102–110, 2020.
I. Sutisna and W. S. Laiya, METODE PENGEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI. UNG Press Gorontalo, 2020.
W. D. Kusdaryanto, N. N. Agustina, and S. Wisesa, “PENGARUH GADGET TERHADAP KETERLAMBATAN BICARA PADA ANAK DI ERA PANDEMI COVID-19,” Mandala Of Health, vol. 16, no. 1, p. 56, Apr. 2023, doi: 10.20884/1.mandala.2023.16.1.8375.
A. Balqis and D. Pujiati, “DAMPAK DURASI SCREEN TIME GADGET TERHADAP RESIKO SPEECH DELAY STUDI KASUS DI BUSTANUL ATHFAL AISYIYAH 01 BATUR BANJARNEGARA,” in Prosiding Temu Ilmiah Nasional Guru, Nov. 2024, pp. 302–309.
E. Manfaatin and M. Aulia, “Pengaruh Screen Time terhadap Perkembangan Anak Usia Dini,” al-muhadzab: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, vol. 1, no. 1, pp. 18–31, Feb. 2024, [Online]. Available: https://jurnal.staidaf.ac.id/almuhadzab/article/view/273/98
Z. Chen and G. Hou, “A Study on the Design of Children’s Distance-Cognitive Interactive Toys Based on Artificial Intelligence Technology,” Mediterranean Archaeology and Archaeometry, vol. 25, no. 2, pp. 133–141, 2025.
N. Mahmudianati, M. Ariani, and N. Hestiyana, “Kejadian Speech Delay Pada Balita Dengan Kecemasan Orang Tua Pada Anak Speech Delay Di RSUD Ulin Banjarmasin,” Journal of Health (JoH), vol. 10, no. 1, pp. 019–029, Jan. 2023, doi: 10.30590/joh.v10n1.537.
D. Norman, The Design of Everyday Things: Revised and Expanded Edition. Basic Books, 2013.
The standard for project management and a guide to the project management body of knowledge (PMBOK guide). Project Management Institute, Inc., 2021.
Y. Fitria and Ivan Achmad Nurcholis, “Observation of The Relationship Between Play Activities and Language Development in Children Aged 3-5 Years and The Role of Parents.,” Indonesian Journal Of Education, vol. 2, no. 1, pp. 42–52, Apr. 2025, doi: 10.71417/ije.v2i1.234.
Muh. Zuhdy Hamzah, Nofvia De Vega, Rahayu, S. Sumihatul Ummah MS, and Petrus Jacob Pattiasina, “Role-playing Method for Language Development in Elementary School,” Journal of Childhood Development, vol. 3, no. 2, pp. 36–47, Aug. 2023, doi: 10.25217/jcd.v3i2.3799.
A. Maulana et al., REKAYASA PERANGKAT LUNAK: KONSEP, METODE, DAN PRAKTIK TERBAIK GET PRESS INDONESIA.
M. Muttaqin et al., Internet of Things (IoT): Teori dan Implementasi. Yayasan Kita Menulis, 2023.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Desinta Yamasan Rusli, Chintya Angel King, Charlene Silver, Priscilla Priscilla, Ade Maulana

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (Refer to The Effect of Open Access).























