Faktor Determinan Kejadian Stunting pada Balita di Provinsi Kalimantan Barat (Studi Data Riskesdas Tahun 2018)
DOI:
https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v2i2.1974Keywords:
Stunting, Toddlers, Riskesdas 2018Abstract
Stunting toddlers is a chronic nutritional problem caused by many factors, such as socioeconomic conditions, maternal nutrition during pregnancy, illness in infants, and a lack of nutritional intake in infants. West Kalimantan has a high prevalence of stunting compared to the national prevalence of 36.5%. The purpose of this study was to determine the determinants associated with the incidence of stunting in West Kalimantan. This type of research uses a quantitative approach with a cross-sectional study design. The population is 2,064 people, and the sample in this study is 335 respondents by random sampling. The statistical test used was chi-squared with a 95% confidence level. The results showed that there was no relationship between PMT (p-value of 1.000), history of breastfeeding (p-value of 0.052), history of immunization (p-value of 0.640), history of infection (p-value of 0.474), and access to health services with stunting events (p-value of 0.902) in West Kalimantan. Suggestions for the government and health agencies: it is expected to increase awareness, dissemination, and information to the public regarding incomplete immunization history with a risk factor of 1.704 and a history of non-exclusive breastfeeding with a 1.326 times greater risk of influencing stunting.
Downloads
References
KementerianPPN/Bappenas. (2019).Kajian Sektor Kesehatan: Pembangunan Gizi Di Indonesia. Cetakan pe. (Pungkas Bahjuri Ali, STP, MS P, Prof. dr. Ascobat Gani, MPH. DP, Dr. Entos Zainal, SP M, Evi Nurhidayati SG, Akim Dharmawan, SKM, M.Kes P, eds.). Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat; 2019. file:///C:/Users/ACER/Downloads/naskah dapus/fdokumen_fa-preview-hsr-book04_1784.pdf
WHO. (2018). Reducing Stunting in Children: Equity Considerations for Achieving the Global Nutrition Targets 2025. WHO Library Cataloguing-in-Publication Data.
Candra A. (2020). Pemeriksaan Status Gizi. Cetakan 1: (Candra A, ed.). Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang.
Hartono AS, Zulfianto NA, Rachmat M. (2017). Surveilans Gizi (Bahan Ajar Gizi). Cetakan Pe. (Hartono AS, Zulfianto NA, Rachmat M, eds.). Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan;
BPS dan Setwapres. (2019). Laporan Indeks Khusus Penanganan Stunting 2018-2019. (Badan Pusat Statistik, ed.). Badan Pusat Statistik; 2019.
Dewi S, Mu I. Pemberian Mp- Asi Tidak Berhubungan Dengan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbang I KABUPATEN BANYUMAS. Jurnail Ilm Rekam Medis Dan Inform Kesehat. 2020;10(1):5-10.
Atmi Rahmawati L, Ranggauni Hardy F, Anggraeni Dyah Purbasari. (2020). F. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Stunting Sangat Pendek Dan Pendek Pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Kecamatan Sawah Besar. Vol 12. skripsi. Program Studi Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Khasanah DP, Hadi H, Paramashanti BA. (2016). Waktu pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) berhubungan dengan kejadian stunting anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Sedayu. J Gizi dan Diet Indones (Indonesian J Nutr Diet. 2016;4(2):105. doi:10.21927/ijnd.2016.4(2).105-111
Vaozia S. (2016). Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 1-3 Tahun (Studi Di Desa Menduran Kecamatan Brati Kabupaten Grobogan). 2016;5:314-320. http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jnc
Kemenkes RI. (2014). Profil Kesehatan Indonesia 2014. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2014.
Hapsari DI, Dewi RRK, Selviana. (2019). Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah 3T (Tertinggal , Terdepan, dan Terluar). J Publ Kesehat Masy Indones. 2019;6(2):72-78.
Sutriyawan A, Rahayu S, Kurniawati RD, Habibi J. (2020). Disease With Stunting Incidence in Toddlers : J Midwifery Vol 8 No 2 Oktober 2020. 2020;8(2):1-9.
Fentia L, Ratna Juwita, Wahyuni V. (2022). Faktor kelengkapan imunisasi dasar pada bayi masa pandemi COVID-19. J Kesehat Maharatu. 2022;3 NO.1 Apr(April):53-63.
Kemenkes RI. Cegah Stunting, Itu Penting. (2018). Edisi 02. (Terbitan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ed.). Direktorat Jendral Kesehatan Masyarakat; 2018. https://www.kemkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/buletin/Buletin-Stunting-2018.pdf
Furqon M. (2020). Hubungan pola pemberian makan balita dan anak (pmba), pengetahuan gizi, asupan makan dan status penyakit infeksi dengan status gizi balita di Desa Pagelaran Kab. Pandeglang. Published online 2020.
Idris I, Samsudrajat A, Hapsari D. (2020) Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Gizi Buruk dan Gizi Kurang Pada Balita (Studi Kasus Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Durian Kabupaten Sintang. Jumantik. 2020;7(2):41-50.
Kemenkes RI. (2018). Laporan Nasional RISKESDAS 2018. (Kementerian Kesehatan RI, ed.). RISKESDAS 2018; 2018. https://www.kemkes.go.id/article/view/19093000001/penyakit-jantung-penyebab-kematian-terbanyak-ke-2-di-indonesia.html
Rahmayana, Ibrahim IA, Darmayati DS. (2014) Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Kejadian Stunting Anak Usia 24-59 Bulan Di Posyandu Asoka II Wilayah Pesisir Kelurahan Ba-rombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar Tahun 2014. Public Heal Sci J. 2014;6(2):424-436.
Mentari TS. (2020). Pola Asuh Balita Stunting Usia 24-59 Bulan. Higeia J Public Heal Res Dev. 2020;4 No.4:1-11. doi:10.15294/higeia/v4i4/34767
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Agus Samsudrajat. S, Rifan Setyawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa SEHATRAKYAT (Jurnal Kesehatan Masyarakat) sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada SEHATRAKYAT (Jurnal Kesehatan Masyarakat).





















