Analisis Formulasi dan Mutu Gizi Barongko “BAGOBEAN” Berbasis Pangan Lokal sebagai Strategi Intervensi Makanan Tambahan bagi Balita Wasting

Penulis

  • Zafira Ananda Neda Poltekkes Kemenkes Malang
  • Theresia Puspita Poltekkes Kemenkes Malang
  • Hasan Aroni Poltekkes Kemenkes Malang

DOI:

https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v5i1.6608

Kata Kunci:

Toddler, Wasting, Barongko, Kepok Banana, Purple Sweet Potato, Mung Beans

Abstrak

Wasting is a form of acute malnutrition commonly found in toddlers, characterized by weight that is not proportional to height. In 2024, the prevalence of wasting among toddlers in Indonesia reached 6.2%. This condition is influenced by various factors, both direct and indirect. Thus study aims to analyze the formulation of kepok bananas, purple sweet potatoes, and mung beans in barongko products as snack for toodlers with wasting. Thus study applied a quantitative experimental study using a completely randomized design (CRD) with one factor, namely the formulation of raw materials with three levels of treatment. Each treatment was tested to determine nutritional quality (energy, protein, fat, and carbohydrates), protein quality, organoleptic quality, and the best treatment. The result showed 1) Variations in the proportions of kepok bananas, purple sweet potatoes, and mung beans affect the energy, protein, and carbohydrate content. Treatment F3 showed the highest nutritional value, namely energy 282.76 kcal; protein 7.74 g; fat 15.33 g; and carbohydrates 31.02 g. 2) The formulation of ingredients affects organoleptic quality. Treatment F3 obtained the highest score (color 3.87; taste 3.67; aroma 3.8; texture 3.73). 3) The effectiveness index shows that the best treatment is F3 with a ratio of plantain : purple sweet potato : mung beans = 20 : 50 : 30, with a total effectiveness value of 0.974. The conclusion of thi study is the best treatment in developing a barongko formulation based on local foods is F3.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Afriyani, R., Malahayati, N., & Hartati, H. (2016). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian wasting pada balita usia 1-5 tahun di Puskesmas Talang Betutu Kota Palembang. Jurnal Kesehatan, 7(1), 66–72. https://doi.org/10.26630/jk.v7i1.120

Almatsier, S. (2009). Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Dalam Angka. Jakarta : Kemenkes RI

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2019). Pedoman penilaian mutu protein pangan. Jakarta: BPOM RI.

Ejenia, F. A., Margareth, W., & Faridi, A. (2023). Hubungan asupan energi dan protein dengan kejadian stunting pada anak vegetarian usia 5–12 tahun di komunitas vegetarian Indonesia. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 15(2), 257–265. https://doi.org/10.35473/jgk.v15i2.480

FAO. (2013). Dietary Protein Quality Evaluation in Human Nutrition. FAO Food and Nutrition Paper No. 92.

Farapti, F., Sari, A. N., Fadilla, C., & Issa, Z. M. (2024). Association between taste sensitivity, taste preference, and obesity: study of healthy snacks in children aged 9–14 years. Food Production, Processing and Nutrition, 6(1), Article 37. https://doi.org/10.1186/s43014-023-00199-0

Fitriani, F., Sari, D. P., & Lestari, R. (2020). Karakteristik tekstur dan daya terima olahan pisang lokal sebagai makanan pendamping balita. Jurnal Gizi dan Pangan, 15(2), 85–93.

Hapsari, D. A., Terati, T., Susyani, S., Nazarena, Y., & Sihite, N. W. (2021). Pemberian makanan tambahan Fitbar Bingu (ubi ungu) terhadap status gizi balita wasting di Puskesmas Sako Tahun 2021. JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan, 1(2), 87–94. https://doi.org/10.36086/jgk.v1i2.1061

Hardianti,, Monika, R., & Vindianti, R. (2024). Edukasi, dan pemberian PMT bolu kukus pisang pada balita dan ibu hamil di Desa Lempe. Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia, 3(1), 570–577. https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/1008

Intiyati, A., Putri, R. D. Y., Edi, I. S., Taufiqurrahman, T., Soesanti, I., Pengge, N. M., & Shofiya, D. (2024). Correlation between nutritional intake and wasting among toddlers: Cross-sectional study. Amerta Nutrition, 8(2SP), 1–8. https://doi.org/10.20473/amnt.v8i2SP.2024.1-8

Kemenkes. (2025). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Jakarta : Kemenkes RI

Kementerian Kesehatan RI. (2017). Panduan Analisis Nilai Energi dan Mutu Protein Pangan Lokal. Jakarta : Kemenkes RI

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) dan Panduan Perhitungan Nilai Gizi Makanan Olahan. Jakarta : Kemenkes RI

Lamusu, D. (2018). Uji organoleptik jalangkote ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L) sebagai upaya diversifikasi pangan. Jurnal Pengolahan Pangan, 3(1), 9–15. https://doi.org/10.31970/pangan.v3i1.7

Lizamona, H., Fikawati, S., & Silva, R. A. (2025). Determinants of wasting among children aged 2–5 years in Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 10(2), 271–279. https://doi.org/10.30867/action.v10i2.2387

Mahmudatussa’adah, A., Fardiaz, D., Andarwulan, N., & Kusnandar, F. (2015). Pengaruh pengolahan panas terhadap konsentrasi antosianin monomerik ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L). agriTECH: Jurnal Teknologi Pertanian, 35(2), 129–136. https://doi.org/10.22146/agritech.9398

Mukodri, D. M. L., Aminin, F., Safitri, T., Damayanti, M., Suria Saputri, N. A., Jasda, A., Ikhwan, Z., Rawdatul Jannah, S. I. P., & Cesi Cintiani, J. (2025). Efektifitas pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan lokal terhadap berat badan dan status gizi balita: Tinjauan literatur. SAGO: Jurnal Gizi dan Kesehatan, 6(2). https://doi.org/10.30867/gikes.v6i2.2345

Munawaroh, T., & Surahman, D. N. (2017). Pengaruh jenis dan konsentrasi tepung ubi jalar (Ipomoea batatas) terhadap karakteristik egg roll (Skripsi). Universitas Pasundan https://repository.unpas.ac.id/29836/1/TA%20TIKA%20MUNAWAROH%20133020273.pdf

Pasiakan, M., & Wisnuwardani, R. W. (2025). Analisis intervensi program pemberian makanan tambahan terhadap balita underweight usia 12–48 bulan di Puskesmas Harapan Baru. Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(4), 2729. https://doi.org/10.53299/bajpm.v5i4.2729

Pratama, R. I., Rostini, I., & Awaluddin, M. Y. (2019). Komposisi kandungan senyawa flavor ikan mas (Cyprinus carpio) segar dan hasil pengukusannya. Jurnal Akuatika. https://jurnal.unpad.ac.id/akuatika/article/view/2618

Purhadi, P., Rahmawati, R., & Mustofa, Z. J. (2019). Pengaruh pemberian bubur kacang hijau terhadap perubahan berat badan balita dengan status gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Tawangharjo Kabupaten Grobogan. The Shine Cahaya Dunia Ners, 4(1), 1–12. https://ejournal.annurpurwodadi.ac.id/index.php/TSCNers/article/view/137

Sarni, Y., Hutagalung, V., Lestari, A. R., Usmaini, R., & Akbar, R. (2022). Peningkatan status gizi balita kekurangan gizi dari intervensi program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di wilayah kerja Puskesmas Klasaman Kota Sorong. TROPHICO: Tropical Public Health Journal, 2(1), 46–53. https://doi.org/10.32734/trophico.v2i1.8658

Setyowati, S., Utami, R., & Wulandari, A. (2019). Profil senyawa volatil pada ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) dan pengaruhnya terhadap karakteristik aroma. Jurnal Teknologi Pangan, 12(1), 45–53. https://doi.org/10.33556/jtp.v12i1.248

Soedarsono, A. M., & Sumarmi, S. (2021). Faktor yang mempengaruhi kejadian wasting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Simomulyo Surabaya. Media Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 10(2), 237–245. https://doi.org/10.20473/mgk.v10i2.2021.237-245

Syarfaini, S., Nurfatmi, R., Jayadi, Y. I., & Alam, S. (2022). Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Terhadap Kejadian Wasting pada Balita Usia 0–59 Bulan di Kecamatan Polombangkeng Utara Kabupaten Takalar Tahun 2022. Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan, 6(2), 128–138. https://doi.org/10.22487/ghidza.v6i2.524

Utami, R. A., Saloko, S., & Cicilia, S. (2024). Analisis aktivitas antioksidan dan karakteritik selai campuran dami nangka (Artocarpus heterophyllus) dan buah nanas (Ananas comosus). EduFood: Jurnal Edukasi Pangan, 2(4), 30–42. https://journal.unram.ac.id/index.php/edufood/article/view/5217/3047

World Health Organization. (2006). WHO Child Growth Standards: Length/height-for-age, weight-for-age, weight-for-length, weight-for-height and body mass index-for-age: Methods and development. Geneva: World Health Organization. https://www.who.int/tools/child-growth-standards

Yanti, S. S., Gajah, G. K., & Marniati. (2025). Kekurangan energi protein pada balita usia 1–3 tahun: Literature review. Journal of Literature Review, 1(1), 76–90. https://doi.org/10.63822/3kh9d702

Zakaria, H. A. D., Asikin, H., Mas’ud, H., & Hajirah. (2025). Daya terima, kadar protein dan serat fish crackers dengan penambahan tepung kacang hijau (Vigna radiata). Media Gizi Pangan, 31(1). https://doi.org/10.32382/mgp.v31i1.553

Diterbitkan

2026-02-15

Cara Mengutip

Zafira Ananda Neda, Theresia Puspita, & Hasan Aroni. (2026). Analisis Formulasi dan Mutu Gizi Barongko “BAGOBEAN” Berbasis Pangan Lokal sebagai Strategi Intervensi Makanan Tambahan bagi Balita Wasting. Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(1), 260–274. https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v5i1.6608

Terbitan

Bagian

Articles