Analisis Tingkat Kontaminasi Bakteri Escherichia Coli pada Air Sumur Gali pada Tahap Sebelum dan Sesudah Perebusan
DOI:
https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v5i3.7919Kata Kunci:
Escherichia Coli, Dug Well Water, Boiling, MPN, SanitationAbstrak
Water was from a native natural fountain that is became vital for human life, particularly as source of drinking water also for things household needs. However, the use of dug well water is highly susceptible to bacteriological contamination. Contamination of drinking water with Escherichia coli is a leading cause of gastrointestinal infections and diarrhea. This reseach was purposelly to identifying the exsist of E. coli in dug well water also established the impact as well range from septic tank and the effectiveness of the boiling process. The method was using a quantitative approach using an experimental design. The samples including of 14 dug wells gap less than 10 meters also more than 10 meters from a septic tank, with treatments before and after boiling. Laboratory analysis were including use the MPN (Most Probable Number) method thru a presumptive test (Lactose Broth), a confirmatory test (Brilliant Green Lactose Bile Broth), and an identification test (Eosin Methylene Blue Agar). Data were statistically analyzing use technique of Shapiro-Wilk normality test also the non-parametric Wilcoxon signed-rank test. The yields demonstrated that physical distance was not significantly correlated with bacterial contamination levels. The Wilcoxon test revealed a significant and notable difference in bacterial contamination levels before and after boiling, indicating that the boiling process effectively reduced biological contamination in the water. After boiling, 7 samples met drinking water standards (0 MPN/100 ml), while the other 7 samples were still found to contain bacteria due to issues with equipment sterilization or procedure.
Unduhan
Referensi
Dayani, dan Sangadjisowohy. (2019). Uji Kandungan Bakteriologi pada Air Sumur Gali Ditinjau dari Konstruksi Sumur Di kelurahan Sangaji Kecamatan Ternate Utara. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9 (1). 20-27
Fadila U.T dan Mia M. (2020) ‘Metode Most Probable Number ( MPN ) Sebagai Dasar Uji Kualitas Air Sungai Rengganis Dan Pantai Timur Pangandaran Dari Cemaran Coliform dan Escherichia coli Most Probable Number ( MPN )’, Jurnal kesehatan bakti tunas husada, 20(1).
Hanan, L., Yudhy., D. (2020). Analisis Spasial Kejadian Diare dengan Keberadaan Sumur Gali di Kelurahan Jabungan Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 19 (1), 68- 75.
Husaini., Rahmat, A. N., Hidayat, M. S., Gilmani, M., dan . T. (2022). Potential Utilization of Waste and Local Plants as Absorbents of Fe and Mn in Dug Well Water. International Journal of Scientific and Research Publications, 12(11), 141–153. https://doi.org/10.29322/IJSRP.12.11.2022.p13119
Kholifah, S. (2022). Analisis Kualitas Perairan Sumber Kalibalang Kecamatan Klampok Kota Blitar Berdasarkan Cemaran Bakteri Coliform. Skripsi.Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Kumalasari, E. (2018). Analisis kuantitatif bakteri coliform pada depot air minum isi ulang yang berada di wilayah Kayutangi Kota Banjarmasin. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 3(1):134-144.
Kurniawan F.B dan Sahli T.I (2018) Bakteriologi Praktikum Teknologi Laboratorium Medik.. Jakarta: EGC.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 Tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan. Jakarta
Pinontoan O.R. dan O.J. Sumampouw. (2022). Biomedik. CV. Eureka Media Aksara.Purbalingga
Pinontoan, O.R. dan O.J. Sumampouw. (2019). Dasar Kesehatan Lingkungan. Deepublish.
Prayoga, Y. G., dan Wulandari, W. (2024). Effectiveness of Variations in Silica Sand and Activated Carbon Filter Media in Reducing Iron (Fe) Levels in Well Water. Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health, 6(1), 646. https:/doi.org/10.30829/contagion.v6i1.19816.
Putri, A. D., Suksmerri, S., Riviwanto, M., Mahaza, M., dan Darwel, D. (2023). Sumur Gali Gambaran Risiko Pencemaran Dan Kandungan Coliform Air Sumur Gali Di Kenagarian Gurun Panjang Kapuh Kecamatan Koto XI Tarusan. Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri, 2(1), 12–18. https://doi.org/10.33761/jklm.v2i1.705
Rusmaya, D., Lili, L. M., dan Lestari, P. A. (2022). Relationship between Pollutant Sources and Water Quality of Dug Well Based on Biological Parameters of E. Coli. Journal of Community Based Environmental Engineering and Management, 6(2), 79–86. https://doi.org/10.23969/jcbeem.v6i2.6087
Safitri, L., dan Pratami D, S (2023). Analisis Cemaran Bakteri E. coli Pada Air Kolam Renang Umum Di Kabupaten Tangerang dengan Metode MPN (Most Probable Number). Jurnal Medical Laboratory, 2(2): 9-17.
Sandy, Novryanto S; Herawati. 2019. Hubungan Kualitas Air Bersih Sumur Gali Terhadap Penyakit Diare di Desa Montop Kabupaten Banggai Kepulauan. Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal. 10 (2): 80-84
Sugiah. (2024). Edukasi Kualitas Air Bersih Bebas Kontaminasi Bakteri Coliform pada Masyarakat Jungsereh Garut. Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan, 98-104.
Sumampouw O.J. dan J.E. Nelwan. (2024). Dasar Kesehatan Lingkungan: Konsep Dasar dan Pencemaran Lingkungan. Deepublish. Yogyakarta
Sumampouw, O. J. (2017). Diare Balita: Suatu Tinjauan dari Bidang Kesehatan Masyarakat. Deepublish.
Sumampouw, O.J. dan Risjani, Y. (2018). Indikator Pencemaran Lingkungan. Deepublish.
Sumampouw, O.J. (2019). Kandungan bakteri penyebab diare (coliform) pada air minum (studi kasus pada air minum dari depot air minum isi ulang di Kabupaten Minahasa). Journal PHWB, 1(2), 8-13.
Sumampouw, O.J. (2021). Kesehatan Lingkungan Kawasan Pesisir Dan Kepulauan.Deepublish.
Sumampouw, O.J., dan Roebijoso, J. (2017). Pembangunan Wilayah Berwawasan Kesehatan. Deepublish.
Tosepu, R., Ningsi P., N., . C., Harjunita, R., . R., dan Kusumajaya, I. (2023). A Description of Clean Water Facilities and Family Latrines in the Sanggona Public Health Center Area, Uluiwoi District, East Kolaka Regency. KnE Social Sciences. https://doi.org/10.18502/kss.v8i9.13347
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Duwi Yuliana Arini, Wiwit Probowati, Widaninggar Rahma Putri

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa SEHATRAKYAT (Jurnal Kesehatan Masyarakat) sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada SEHATRAKYAT (Jurnal Kesehatan Masyarakat).





















