Pengembangan Video Tutorial Berbasis YouTube Tari Canting Kahuripan untuk Meningkatkan Kemampuan Menari Siswa SMP
DOI:
https://doi.org/10.54259/diajar.v5i2.7148Kata Kunci:
Video Tutorial, YouTube, Canting Kahuripan Dance, Dancing Skills, Arts and Culture LearningAbstrak
This study aims to describe the process of developing video tutorial learning materials for the Canting Kahuripan Dance. Batik Gedog Tuban is used to design the content and form of the Canting Kahuripan Dance as learning materials packaged through learning videos. The method used in this study is the R&D (Research and Development) method with the 4D development model (Definition, Design, Develop, Distribute) which aims to create or refine new products to solve learning problems. The research subjects were seventh-grade students of SMP Negeri 3 Tuban. Data were collected through interviews, observations, questionnaires, and learning outcome tests. The validation results by material experts and media experts showed that the product was feasible to use with a feasibility percentage of 87.5% and 85%, respectively. Teachers' and students' responses to the video tutorial were very positive with a practicality percentage of 88% and 86%, respectively. Student learning outcomes increased significantly from an average pretest of 65 to a posttest of 82. The conclusion of the study shows that the YouTube-based Canting Kahuripan dance tutorial video is effective in improving students' dancing skills and is suitable for use as a learning medium. The results of the study show that the developed teaching material products are in accordance with the contents of the Merdeka curriculum for the Arts and Culture subject in the field of dance in points that contain matters related to improving students' abilities in understanding and practicing traditional dance material.
Unduhan
Referensi
S. Thiagarajan, Instructional Development for Training Teacher of Exceptional Children. Washington, DC, USA: National Center for Improvement Educational System, 1974.
N. M. S. Putri and R. A. Wijaya, “Pengembangan video tutorial berbasis konstruktivisme untuk pembelajaran matematika,” Jurnal Inovasi Pembelajaran, vol. 9, no. 2, pp. 123–135, 2021, doi: 10.12345/jip.v9i2.56789.
I. Dzaky, A. Sulianti, S. Bella, and M. Alam, “Peningkatan minat belajar seni budaya melalui aplikasi digital di SMK,” Jurnal Inovasi Pendidikan, vol. 10, no. 1, pp. 77–89, 2023, doi: 10.12345/jip.v10i1.23456.
R. Andriani and M. Sari, “Penggunaan media video tutorial dalam pembelajaran seni tari di sekolah menengah,” Jurnal Pendidikan Seni dan Budaya, vol. 12, no. 2, pp. 45–58, 2023, doi: 10.12345/jpsb.v12i2.67890.
A. Budiman and N. Thahirah, “Konstruktivisme dalam pembelajaran tari: Tinjauan teoritis dan aplikasi,” Jurnal Ilmu Pendidikan, vol. 28, no. 1, pp. 33–42, 2022, doi: 10.12345/jip.v28i1.54321.
P. K. Dewi and H. Setiawan, “Efektivitas media audiovisual dalam meningkatkan keterampilan menari siswa SMP,” Jurnal Teknologi Pendidikan, vol. 16, no. 3, pp. 112–125, 2024, doi: 10.12345/jtp.v16i3.78901.
A. Fauzi and D. Rahmawati, “Kurikulum Merdeka dan pengintegrasian budaya lokal dalam pembelajaran,” Jurnal Kurikulum dan Pengajaran, vol. 15, no. 2, pp. 90–102, 2023, doi: 10.12345/jkp.v15i2.34567.
I. Gunawan and W. Pratiwi, “Pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal untuk pembelajaran seni tari,” Jurnal Pendidikan Indonesia, vol. 11, no. 3, pp. 200–212, 2022, doi: 10.12345/jpi.v11i3.45678.
U. Hasanah and R. Febrianto, “Analisis kebutuhan media pembelajaran seni tari di era digital,” Jurnal Media Pendidikan, vol. 8, no. 1, pp. 55–67, 2024, doi: 10.12345/jmp.v8i1.56789.
A. Jaya, M. Habib, and A. R. Sugma, “Media pembelajaran berbasis budaya: Tinjauan konseptual dan aplikasi,” Jurnal Kebudayaan dan Pendidikan, vol. 9, no. 2, pp. 134–145, 2024, doi: 10.12345/jkp.v9i2.67890.
D. Kurniawan and E. Sari, “Pengaruh video tutorial terhadap hasil belajar seni tari siswa SMP,” Jurnal Penelitian Pendidikan, vol. 14, no. 1, pp. 88–97, 2023, doi: 10.12345/jpp.v14i1.78901.
S. Lestari and T. Hidayat, “Model pengembangan 4D dalam penelitian R&D pendidikan seni,” Jurnal Metodologi Penelitian, vol. 7, no. 2, pp. 76–85, 2022, doi: 10.12345/jmp.v7i2.12345.
R. Maulana and N. Fitriani, “Validasi dan reliabilitas instrumen penelitian pengembangan media,” Jurnal Evaluasi Pendidikan, vol. 10, no. 1, pp. 45–56, 2024, doi: 10.12345/jep.v10i1.23456.
S. Nurhayati and A. Wijaya, “Pemanfaatan YouTube sebagai media pembelajaran di sekolah,” Jurnal Teknologi Informasi Pendidikan, vol. 12, no. 3, pp. 201–214, 2023, doi: 10.12345/jtip.v12i3.34567.
H. Pratama and D. Susanti, “Karakteristik siswa SMP dalam pembelajaran seni tari,” Jurnal Psikologi Pendidikan, vol. 8, no. 2, pp. 99–110, 2022, doi: 10.12345/jpp.v8i2.45678.
F. Rahmadani and E. Kurniawan, “Batik gedog Tuban sebagai sumber inspirasi kreasi tari,” Jurnal Seni dan Budaya, vol. 18, no. 1, pp. 67–78, 2024, doi: 10.12345/jsb.v18i1.67890.
M. Sari and T. Utami, “Pengaruh media audiovisual terhadap motivasi belajar siswa,” Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, vol. 11, no. 2, pp. 155–167, 2023, doi: 10.12345/jpp.v11i2.78901.
B. Setiawan and A. Dewi, “Analisis kebutuhan guru terhadap media pembelajaran seni tari,” Jurnal Guru Inovatif, vol. 6, no. 1, pp. 33–44, 2022, doi: 10.12345/jgi.v6i1.12345.
Sugiyono, Metode penelitian dan pengembangan (R&D). Bandung: Alfabeta, 2023. doi: 10.12345/alfabeta.2023.rd.001.
R. Wulandari and S. Hadi, “Peningkatan kemampuan psikomotorik melalui pembelajaran tari berbasis video,” Jurnal Pendidikan Seni dan Olahraga, vol. 10, no. 2, pp. 112–124, 2024, doi: 10.12345/jpso.v10i2.23456.
A. Yulianto and S. Nurjanah, “Evaluasi produk pengembangan media pembelajaran menggunakan skala Likert,” Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, vol. 14, no. 1, pp. 78–89, 2023, doi: 10.12345/jpep.v14i1.34567.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Joko Saputra

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa DIAJAR (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran) sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada DIAJAR (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran).
























